Tan'im adalah miqat terdekat dari Masjidil Haram, berjarak sekitar 7,5 kilometer di sebelah utara Makkah. Di sinilah terdapat Masjid Aisyah — tempat Nabi mengizinkan Aisyah radhiyallahu 'anha berihram untuk umroh — sehingga Tan'im menjadi titik miqat paling populer bagi jamaah yang ingin melaksanakan umroh kedua atau umroh sunnah tambahan.
Di Mana Letak Tan'im dan Bagaimana Cara ke Sana?
Tan'im terletak di sisi utara kota Makkah, sekitar 7,5 km dari Masjidil Haram. Perjalanan dengan taksi atau bus memakan waktu sekitar 15–20 menit tergantung kepadatan lalu lintas. Lokasinya mudah ditemukan karena terdapat Masjid Aisyah (juga dikenal sebagai Masjid Tan'im) yang besar dan jelas.
Pilihan transportasi yang umum digunakan jamaah:
- Taksi: paling praktis, bisa dipesan dari sekitar hotel. Pastikan menyepakati tarif pulang-pergi di awal.
- Bus SAPTCO atau bus umum: lebih murah, dengan rute yang melewati area Tan'im.
- Ikut rombongan travel: banyak travel umroh, termasuk yang diselenggarakan PT. Samira Ali Wisata, mengatur jadwal umroh kedua berjamaah ke Tan'im dengan bus dan pendampingan muthowwif.
Mengapa Disebut Masjid Aisyah?
Nama Masjid Aisyah merujuk pada peristiwa saat haji wada. Aisyah radhiyallahu 'anha sedang haid sehingga tidak bisa melaksanakan umroh sebelum haji. Setelah selesai haji, ia meminta izin kepada Nabi untuk berumroh, lalu Nabi memerintahkan saudaranya, Abdurrahman bin Abu Bakar, untuk mengantarnya ke Tan'im agar berihram dari sana (HR. Bukhari dan Muslim). Sejak itu Tan'im dikenal sebagai miqat bagi penduduk Makkah dan jamaah yang sudah berada di dalam kota.
Bagaimana Tata Cara Umroh Kedua dari Tan'im?
Langkahnya sederhana dan sama dengan umroh biasa, hanya titik ihramnya yang berbeda:
- Bersuci dan berpakaian ihram: mandi sunnah ihram bisa dilakukan di hotel, lalu kenakan kain ihram (bagi laki-laki) sebelum atau setibanya di Tan'im.
- Salat sunnah ihram: laksanakan dua rakaat sunnah di Masjid Tan'im bila memungkinkan.
- Niat umroh di miqat: ucapkan niat umroh ("labbaika umratan") tepat saat berada di Tan'im — inilah batas miqatnya, jangan sampai terlewat.
- Bertalbiyah: kumandangkan talbiyah selama perjalanan kembali menuju Masjidil Haram.
- Laksanakan rangkaian umroh: thawaf tujuh putaran, sai antara Shafa dan Marwah, lalu tahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut.
Catatan penting: jamaah yang sedang berada di Makkah wajib keluar ke tanah halal (seperti Tan'im) untuk berihram umroh — tidak sah berihram umroh dari dalam hotel di zona haram.
Tips Praktis agar Umroh Kedua Berjalan Lancar
- Jaga kondisi fisik: umroh kedua berarti thawaf dan sai tambahan — total bisa belasan kilometer jalan kaki dalam sehari. Istirahat cukup di antara umroh pertama dan kedua.
- Siapkan pakaian ihram cadangan: kain ihram yang sudah dipakai seharian perlu diganti agar tetap nyaman dan bersih.
- Koordinasikan dengan rombongan: jika ikut jadwal umroh kedua berjamaah dari travel, catat jam kumpul dan titik berangkat agar tidak tertinggal bus.
- Bawa air minum dan camilan ringan: perjalanan ke Tan'im dan kembali plus rangkaian manasik bisa memakan waktu 4–6 jam.
- Niatkan dengan spesifik: tentukan sejak awal umroh kedua ini untuk siapa — diri sendiri, orang tua yang wafat, atau kerabat — agar niatnya mantap sejak ihram.
- Waspadai kelelahan spiritual: jangan sampai umroh kedua dikerjakan terburu-buru sekadar "menggugurkan". Khusyuk lebih utama daripada jumlah.
Apakah Ada Miqat Lain Selain Tan'im?
Ya, ada beberapa alternatif tanah halal di sekitar Makkah, di antaranya Ji'ranah (sekitar 24 km di timur laut) dan Hudaibiyah (sekitar 22 km di barat). Namun Tan'im tetap yang terdekat dan paling mudah dijangkau, sehingga menjadi pilihan utama jamaah untuk umroh kedua, ketiga, atau badal umroh.
Apa Perbedaan Miqat bagi Jamaah dari Indonesia?
Penting dipahami: Tan'im bukan miqat untuk jamaah yang baru datang dari Indonesia. Jamaah Indonesia yang terbang langsung ke Jeddah umumnya berihram dari Yalamlam (miqat bagi jamaah dari arah Yaman/Asia Tenggara, dilewati sebelum mendarat), sedangkan yang mendarat di Madinah dulu akan berihram dari Dzulhulaifah (Bir Ali) saat bertolak ke Makkah. Tan'im khusus untuk orang yang sudah berada di dalam kota Makkah dan ingin berihram untuk umroh tambahan. Memahami perbedaan ini mencegah kesalahan fatal berihram dari tempat yang salah.
FAQ: Miqat Tan'im
Berapa jarak Tan'im dari Masjidil Haram?
Sekitar 7,5 kilometer di sebelah utara Makkah, ditempuh 15–20 menit dengan kendaraan.
Bolehkah niat umroh dari hotel di Makkah?
Tidak sah untuk umroh — jamaah harus keluar ke tanah halal seperti Tan'im untuk berihram.
Berapa kali boleh umroh dalam sekali perjalanan?
Tidak ada batasan jumlahnya selama mampu secara fisik; yang penting setiap umroh diawali ihram dari miqat.
Apakah perempuan haid boleh ke Tan'im?
Boleh pergi ke Tan'im, tetapi ihram dan niat umroh dilaksanakan setelah suci.
Apakah anak kecil boleh ikut ke Tan'im?
Boleh — perjalanan ke Tan'im aman untuk anak. Pastikan mereka cukup istirahat karena umroh kedua cukup menguras tenaga.
Apakah umroh kedua wajib lapor ke muthowwif?
Tidak wajib, tetapi memberi tahu pembimbing rombongan adalah adab yang baik agar mereka tidak khawatir mencari Anda.
Baca Juga
- 5 Rukun Umroh yang Wajib Diketahui Setiap Calon Jamaah
- Membagi Waktu antara Ibadah Umroh dan Ziarah: Contoh Jadwal Harian
- Panduan Lengkap Umroh Pertama Kali: Dari Niat hingga Tahalul
Langkah Berikutnya
Umroh kedua dari Tan'im adalah kesempatan emas melipatgandakan pahala dalam satu perjalanan — banyak jamaah memanfaatkannya untuk berumroh atas nama orang tua yang telah wafat. Jika Anda ingin merencanakan perjalanan umroh dengan bimbingan manasik yang tepat, silakan konsultasi paket umroh gratis dengan tim Pesyiar Baitullah melalui WhatsApp resmi 0896-5083-6168. Perjalanan umroh Anda diselenggarakan oleh PT. Samira Ali Wisata, pemegang izin PPIU 16092100475620005 dan PIHK 160922100475620002 resmi Kementerian Agama RI.