Konsultasi WhatsApp

Mengumrohkan Orang Tua yang Sudah Wafat: Hukum dan Tata Caranya

Mengumrohkan orang tua yang sudah wafat hukumnya boleh dan pahalanya sampai kepada yang wafat, dengan cara badal umroh: seseorang yang sudah pernah berumroh melaksanakan umroh dengan niat untuk almarhum/almarhumah. Syarat utamanya, pelaksana badal sudah menunaikan umroh untuk dirinya sendiri terlebih dahulu.

Apa hukum badal umroh untuk orang yang sudah wafat?

Jumhur ulama membolehkan badal umroh (dan badal haji) untuk orang yang sudah meninggal, berdasarkan hadits Nabi ﷺ. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud dan lainnya, seorang perempuan dari Khats'am bertanya apakah ia boleh menghajikan ayahnya yang sudah tua renta, dan Nabi ﷺ menjawab: "Ya, hajikanlah ia." Para ulama mengqiyaskan umroh kepada haji dalam hal ini.

Badal juga berlaku untuk orang yang masih hidup tetapi tidak mampu melaksanakannya sendiri karena sakit permanen atau usia yang sangat lanjut, dengan izin atau sepengetahuan yang bersangkutan.

Apa saja syarat pelaksana badal umroh?

  • Sudah berumroh untuk diri sendiri: berdasarkan hadits tentang Syubrumah, Nabi ﷺ memerintahkan seseorang yang berhaji untuk orang lain agar menghajikan dirinya sendiri terlebih dahulu.
  • Muslim, baligh, dan berakal: syarat umum pelaksana ibadah.
  • Niat yang jelas: sejak ihram, niat ditujukan untuk almarhum/almarhumah yang dibadalkan, misalnya dengan melafalkan niat umroh atas nama beliau.
  • Satu orang untuk satu badal dalam satu perjalanan: umumnya satu pelaksanaan umroh diniatkan untuk satu orang yang wafat.

Bagaimana tata cara melaksanakan badal umroh?

  1. Berniat ihram untuk almarhum: saat mengambil miqat, niatkan ihram umroh atas nama orang yang wafat, dengan melafalkan niat dan menyebut namanya.
  2. Membaca talbiyah: talbiyah dibaca sebagaimana umroh biasa, dengan niat untuk yang dibadalkan.
  3. Melaksanakan thawaf: tujuh putaran mengelilingi Ka'bah dengan niat untuk almarhum.
  4. Melaksanakan sa'i: tujuh kali perjalanan antara Shafa dan Marwah.
  5. Tahallul: bercukur atau memotong rambut sebagai penutup rangkaian umroh.
  6. Berdoa untuk almarhum: perbanyak doa ampunan dan rahmat untuk beliau di tempat-tempat mustajab.

Secara rangkaian, badal umroh sama persis dengan umroh biasa; yang membedakan hanyalah niatnya.

Apakah pahalanya benar-benar sampai kepada yang wafat?

Menurut jumhur ulama, pahala badal umroh sampai kepada orang yang wafat, insyaAllah. Ini termasuk bentuk bakti anak kepada orang tua yang tidak terputus oleh kematian, sebagaimana sabda Nabi ﷺ bahwa anak yang sholeh yang mendoakannya termasuk amal yang terus mengalir.

Bagaimana cara praktis mengumrohkan orang tua yang sudah wafat?

Ada dua cara yang umum dilakukan:

  • Berangkat sendiri lalu niatkan badal: jika Anda sudah pernah umroh, Anda bisa berangkat lagi dan melaksanakan satu rangkaian umroh dengan niat untuk orang tua yang wafat.
  • Mewakilkan kepada orang lain: Anda menunjuk seseorang yang amanah dan sudah pernah umroh untuk melaksanakan badal atas nama orang tua Anda, dengan biaya yang disepakati secara jelas.

Jika memilih cara kedua, pastikan orang yang ditunjuk benar-benar amanah dan memahami tata caranya. Mintalah dokumentasi pelaksanaan sebagai bentuk pertanggungjawaban — travel yang profesional biasanya menyediakan ini.

Badal umroh adalah surat cinta terakhir seorang anak untuk orang tuanya: ketika tangan tak lagi bisa menggenggam, doa dan amal tetap bisa dikirimkan melintasi batas dunia.

Bagaimana lafaz niat badal umroh?

Niat adalah rukun umroh, dan dalam badal umroh niatnya ditujukan untuk orang yang wafat. Lafaz yang umum digunakan, misalnya: "Nawaitul 'umrata wa ahramtu bihaa lillaahi ta'aalaa 'an [nama almarhum/almarhumah]" — "Aku berniat umroh dan berihram dengannya karena Allah Ta'ala untuk [nama]." Niat di dalam hati adalah yang utama; lafaz membantu memantapkan.

Sejak mengucapkan talbiyah setelah niat ihram, seluruh rangkaian diniatkan untuk almarhum. Doa-doa selama thawaf dan sa'i pun dipanjatkan dengan memohon ampunan dan rahmat untuk beliau. Setelah tahallul, sempatkan berdoa khusus di depan Ka'bah atau di Raudhah untuk almarhum.

Apakah boleh membadalkan umroh berkali-kali untuk orang yang sama?

Boleh. Tidak ada batasan berapa kali seseorang dibadalkan umroh. Setiap pelaksanaan adalah amal tersendiri yang pahalanya — insyaAllah — sampai kepada yang wafat. Banyak keluarga yang membadalkan umroh untuk orang tua mereka setiap kali ada anggota keluarga atau kerabat yang berangkat ke Tanah Suci.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bolehkah satu umroh diniatkan untuk dua orang tua yang wafat sekaligus?

Ulama umumnya menganjurkan satu pelaksanaan umroh untuk satu orang. Untuk orang tua kedua, bisa dilakukan umroh kedua dalam perjalanan yang sama (dengan mengambil miqat lagi, misalnya dari Tan'im) atau pada kesempatan berikutnya.

Apakah pelaksana badal harus keluarga?

Tidak harus. Siapa pun yang muslim, sudah pernah umroh, dan amanah bisa menjadi pelaksana badal, baik keluarga maupun orang lain yang ditunjuk.

Berapa biaya badal umroh?

Biayanya umumnya setara paket umroh reguler karena pelaksana memang berangkat dan melaksanakan umroh secara penuh. Sebagai acuan, paket umroh mulai dari Rp35,4 juta (SAFARA) hingga Rp49,9 juta (MAJOL) untuk harga mulai kamar quad.

Apakah boleh membadalkan umroh untuk orang yang masih hidup tapi sakit?

Boleh, untuk orang yang sakit permanen atau sangat lanjut usia hingga tidak ada harapan mampu berangkat sendiri, dengan sepengetahuan yang bersangkutan.

Baca Juga

Langkah Berikutnya

Keinginan mengumrohkan orang tua yang telah wafat adalah bentuk bakti yang mulia. Pastikan pelaksanaannya tertata: pilih pelaksana yang amanah atau travel yang menyediakan layanan badal umroh dengan dokumentasi yang jelas.

Konsultasi paket umroh gratis via WhatsApp resmi 0896-5083-6168. Tanyakan tentang layanan badal umroh, syaratnya, dan bagaimana mekanisme pertanggungjawabannya.