Konsultasi WhatsApp

Masjid Tan'im dan Masjid Ji'ranah: Dua Miqat Bersejarah di Makkah

Masjid Tan'im dan Masjid Ji'ranah adalah dua masjid miqat bersejarah di sekitar Makkah yang paling sering diziarahi jamaah umroh. Tan'im — sekitar 7 km dari Masjidil Haram — adalah miqat yang dipakai Aisyah radhiyallahu 'anha atas perintah Rasulullah; sedangkan Ji'ranah — sekitar 24 km di timur laut Makkah — adalah tempat beliau berihram sepulang Perang Hunain.

Masjid Tan'im: Miqat Terdekat dari Masjidil Haram

Masjid Tan'im (dikenal juga sebagai Masjid Aisyah) terletak sekitar 7 km di utara Masjidil Haram. Nama "Aisyah" disematkan karena di sinilah Aisyah radhiyallahu 'anha mengambil miqat untuk umroh atas perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, setelah beliau tidak sempat umroh bersama karena haid saat Haji Wada'.

Bagi jamaah yang tinggal di Makkah dan ingin menunaikan umroh kedua, Tan'im adalah pilihan miqat paling praktis: dekat, mudah dijangkau taksi, dan masjidnya besar dengan fasilitas lengkap. Inilah alasan rombongan umroh kedua hampir selalu diarahkan ke Tan'im.

Masjid Ji'ranah: Miqat Penuh Nilai Sejarah

Masjid Ji'ranah terletak sekitar 24 km di timur laut Makkah. Keistimewaannya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berihram umroh dari Ji'ranah sepulang Perang Hunain, setelah membagikan ghanimah (harta rampasan perang) kepada kaum muslimin.

Mengambil miqat di Ji'ranah memberi dimensi tadabbur tersendiri: jamaah mengenang momen ketika Rasulullah mendahulukan persatuan umat — membagikan harta kepada para muallaf demi melembutkan hati mereka — sebelum beliau sendiri berihram. Ziarah ke Ji'ranah umumnya digabung dengan city tour Makkah.

Bagaimana Tata Cara Mengambil Miqat di Kedua Masjid Ini?

  1. Mandi dan berwudhu — disunnahkan mandi sebelum ihram; bisa dilakukan di hotel.
  2. Kenakan kain ihram sebelum atau sesampainya di masjid.
  3. Shalat sunnah ihram 2 rakaat di masjid (jika tidak bertepatan dengan waktu terlarang).
  4. Niat umroh dan membaca talbiyah: "Labbaika 'umratan" — dilanjutkan talbiyah selama perjalanan ke Makkah.
  5. Jaga larangan ihram sejak niat diucapkan hingga tahalul selesai.

Catatan penting: niat ihram diucapkan di masjid miqat (atau di titik miqatnya), bukan di hotel — kecuali hotelnya memang berada di luar batas Tanah Haram.

Tips Ziarah ke Tan'im dan Ji'ranah

  • Ikut jadwal rombongan — umumnya travel mengatur ziarah miqat ini dalam program; ikuti agar tidak tertinggal.
  • Bawa kain ihram dari hotel agar tidak repot berganti di masjid.
  • Siapkan uang tunai untuk taksi jika pergi mandiri: Tan'im umumnya belasan riyal PP, Ji'ranah lebih mahal karena jaraknya.
  • Pilih waktu sepi — pagi hari umumnya lebih longgar dibanding malam hari.

Pertanyaan Umum Seputar Tan'im dan Ji'ranah

Mana yang lebih utama: miqat di Tan'im atau Ji'ranah?

Keduanya sah sebagai miqat. Tan'im unggul dari sisi kedekatan, Ji'ranah unggul dari sisi nilai sejarah. Pilih sesuai kondisi dan jadwal rombongan Anda.

Apakah boleh mengambil miqat di hotel saja?

Hotel di dalam Kota Makkah berada di dalam Tanah Haram, sehingga tidak sah sebagai miqat. Jamaah wajib keluar ke titik miqat seperti Tan'im atau Ji'ranah.

Berapa kali boleh mengambil miqat dalam satu perjalanan?

Tidak ada batasan jumlah; yang penting setiap umroh diawali ihram dari miqat. (Lihat juga pembahasan hukum mengulang umroh.)

Miqat Lain di Sekitar Makkah yang Perlu Dikenal

Selain Tan'im dan Ji'ranah, ada beberapa titik miqat lain yang sah digunakan jamaah:

  • Hudaibiyah: sekitar 22 km arah barat Makkah — tempat bersejarah Perjanjian Hudaibiyah.
  • Qarnul Manazil (As-Sayl): miqat bagi jamaah dari arah Najd dan Thaif, sekitar 80 km dari Makkah.
  • Yalamlam: miqat bagi jamaah dari arah Yaman — termasuk rute umum jamaah Indonesia yang mendarat di Jeddah.
  • Dzulhulaifah (Bir Ali): miqat bagi jamaah dari arah Madinah, sekitar 450 km dari Makkah.

Prinsipnya: siapa pun yang ingin umroh dan berada di dalam Tanah Haram wajib keluar hingga batas Tanah Haram (seperti Tan'im) untuk berihram; sedangkan yang datang dari luar Makkah berihram di miqat yang dilewatinya.

Adab Berihram dari Miqat

  • Bersuci dan berwudhu sebelum mengenakan ihram; mandi hukumnya sunnah.
  • Shalat sunnah ihram 2 rakaat — niatkan sebagai sunnah ihram, bukan shalat wajib.
  • Membaca talbiyah dengan khusyuk: "Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik..." — perbanyak selama perjalanan.
  • Menjaga larangan ihram: tidak memotong kuku/rambut, tidak memakai wangi-wangian, tidak berburu, dan bagi laki-laki tidak menutup kepala serta tidak memakai pakaian berjahit.
  • Menjaga lisan dan akhlak — ihram adalah latihan kesabaran; hindari debat dan perkataan sia-sia.

Memilih Miqat: Pertimbangan Praktis untuk Rombongan

Bagi jamaah yang baru pertama kali umroh, pemilihan miqat untuk umroh kedua sebaiknya mengikuti arahan muthawwif dan jadwal rombongan. Tan'im adalah pilihan paling umum karena jaraknya dekat — rombongan bisa berangkat selepas Isya dan kembali sebelum tengah malam. Ji'ranah atau Hudaibiyah biasanya dijadwalkan siang hari dan digabung dengan city tour. Jangan memisahkan diri dari rombongan untuk miqat mandiri tanpa memberi tahu muthawwif; selain berisiko tersesat, Anda juga bisa tertinggal jadwal ibadah berikutnya. Kekompakan rombongan adalah bagian dari adab safar.

Mengabadikan Momen Miqat dalam Doa

Banyak jamaah menjadikan momen ihram di Tan'im atau Ji'ranah sebagai waktu doa khusus — memohon agar umrohnya diterima dan mendoakan keluarga di tanah air. Manfaatkan ketenangan masjid miqat sebelum niat diucapkan: shalat sunnah dengan khusyuk, perbanyak istighfar, lalu niatkan umroh dengan hati yang bersih. Awal yang baik insyaAllah membawa rangkaian ibadah yang baik pula.

Baca Juga

Langkah Berikutnya

Ingin merasakan ziarah ke miqat-miqat bersejarah ini dalam program umroh yang tertata? Konsultasikan pilihan paket Anda gratis — kami bantu susun perjalanan ibadah yang lengkap dan bermakna. Hubungi WhatsApp resmi 0896-5083-6168.