Jabal Tsur adalah bukit di selatan Makkah tempat Gua Tsur berada — gua sempit yang menjadi persembunyian Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq selama tiga malam dalam perjalanan hijrah ke Madinah. Di sinilah turun ayat tentang "salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua" (QS. At-Taubah: 40), menjadikannya salah satu situs hijrah paling bersejarah dalam Islam.
Di Mana Letak Jabal Tsur?
Jabal Tsur terletak sekitar 4–5 kilometer di sebelah selatan Masjidil Haram, dengan ketinggian sekitar 458 meter — lebih rendah dibanding Jabal Nur (642 meter), namun jalurnya juga menanjak dan berbatu. Bukit ini umumnya masuk dalam rangkaian ziarah kota Makkah bersama Jabal Nur, Arafah, Muzdalifah, Mina, dan tempat-tempat bersejarah lainnya.
Apa Kisah Persembunyian di Gua Tsur?
Pada tahun 622 Masehi, kaum Quraisy berencana membunuh Rasulullah SAW. Atas perintah Allah, beliau hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar. Untuk mengecoh pengejar, keduanya justru bergerak ke arah selatan (berlawanan arah Madinah yang di utara) dan bersembunyi di Gua Tsur selama tiga malam.
Di dalam gua yang sempit itu, Abu Bakar sempat khawatir ketika para pengejar tampak begitu dekat hingga — menurut riwayat — kaki mereka terlihat dari celah gua. Rasulullah menenangkan sahabatnya dengan kalimat abadi yang diabadikan Al-Qur'an:
"Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita." (QS. At-Taubah: 40)
Allah pun melindungi keduanya: menurut riwayat masyhur, seekor laba-laba menenun sarangnya di mulut gua dan burung merpati bersarang di sana, sehingga para pengejar menyimpulkan gua itu sudah lama tak dimasuki manusia.
Berapa Lama Pendakian ke Gua Tsur?
Pendakian dari kaki bukit umumnya memakan waktu 1 hingga 1,5 jam untuk naik, dengan jalur batu yang menanjak namun relatif lebih pendek dibanding Jabal Nur. Tipsnya serupa: berangkat pagi atau sore hari, kenakan alas kaki yang nyaman, dan bawa air minum yang cukup.
Apa Pelajaran Iman dari Kisah Gua Tsur?
- Ikhtiar dan tawakal berjalan beriringan: Rasulullah merancang strategi hijrah dengan cermat (rute memutar, penunjuk jalan, pasokan makanan lewat Asma binti Abu Bakar), lalu bertawakal penuh kepada Allah.
- Persahabatan karena Allah: kesetiaan Abu Bakar — yang mengorbankan kenyamanan demi menemani Rasulullah — menjadi teladan ukhuwah.
- Pertolongan Allah datang dengan cara tak terduga: sarang laba-laba yang rapuh justru menjadi perisai yang tak tertembus.
Adakah Ibadah Khusus di Gua Tsur?
Tidak ada shalat atau doa khusus yang disyariatkan di Gua Tsur — ia adalah situs sejarah untuk tafakur dan mengambil pelajaran, bukan tempat ritual tertentu. Jaga kebersihan, hormati jamaah lain, dan manfaatkan momen untuk merenungi makna hijrah: berpindah dari keburukan menuju kebaikan, sebagaimana hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah.
Siapa Saja Tim di Balik Operasi Hijrah?
Keberhasilan persembunyian di Gua Tsur bukanlah kebetulan — ia didukung tim yang dirancang dengan cermat oleh Rasulullah SAW:
- Abu Bakar Ash-Shiddiq: sahabat setia yang menemani hijrah dan mengorbankan seluruh hartanya untuk dakwah.
- Asma binti Abu Bakar: mengantarkan makanan ke gua setiap malam — dijuluki Dzatin Nithaqain (pemilik dua ikat pinggang) karena membelah ikat pinggangnya untuk mengikat bekal.
- Abdullah bin Abu Bakar: bertugas sebagai intelijen — siang hari menyusup ke Makkah mengumpulkan informasi rencana Quraisy, malam hari melapor ke gua.
- Amir bin Fuhairah: menggembalakan kambing di sekitar gua untuk menghapus jejak kaki sekaligus menyediakan susu.
- Abdullah bin Uraiqit: penunjuk jalan non-muslim yang dipercaya karena profesionalismenya, memandu rute memutar lewat pesisir.
Detail ini menunjukkan bahwa hijrah adalah operasi yang direncanakan dengan manajemen risiko — bukan pelarian spontan.
Bagaimana Rute dari Gua Tsur hingga Madinah?
Setelah tiga malam di gua, rombongan bergerak ke Madinah melalui rute pesisir Laut Merah — jalur yang tidak umum dan sengaja dipilih untuk menghindari kejaran. Perjalanan memakan waktu sekitar delapan hari dengan unta, melewati medan gurun yang berat.
Di tengah perjalanan terjadi peristiwa masyhur: Suraqah bin Malik yang mengejar demi sayembara 100 unta, kudanya terperosok berulang kali hingga ia menyerah dan justru berbalik melindungi rombongan. Setibanya di Quba (pinggiran Madinah), Rasulullah mendirikan masjid pertama dalam Islam — Masjid Quba — sebelum memasuki Madinah dengan sambutan luar biasa kaum Anshar.
Tahun hijrah inilah yang kemudian dijadikan tahun pertama kalender Hijriah oleh Khalifah Umar bin Khattab — menegaskan betapa sentralnya peristiwa ini dalam sejarah Islam.
Apa Perbedaan Ziarah Jabal Tsur dan Jabal Nur?
Kedua bukit ini sering dikunjungi dalam satu rangkaian ziarah, tetapi memiliki karakter berbeda:
- Sejarah: Jabal Nur menyimpan Gua Hira (wahyu pertama); Jabal Tsur menyimpan Gua Tsur (hijrah ke Madinah).
- Ketinggian: Jabal Nur ±642 meter; Jabal Tsur ±458 meter — pendakian Tsur relatif lebih ringan.
- Lokasi: Jabal Nur di timur laut Makkah; Jabal Tsur di selatan Makkah.
- Pelajaran: Jabal Nur mengajarkan tentang ilmu dan wahyu; Jabal Tsur mengajarkan tentang pengorbanan dan tawakal.
Banyak muthawwif menyusun narasi ziarah yang menghubungkan keduanya: dari Gua Hira (awal risalah) ke Gua Tsur (perjuangan risalah) — sebuah perjalanan iman yang utuh dalam satu hari ziarah kota Makkah.
Langkah Berikutnya
Kisah Gua Tsur akan terasa hidup bila diceritakan langsung di lokasinya oleh muthawwif yang menguasai sirah. Pastikan paket umroh Anda mencakup ziarah Makkah yang lengkap dengan pendampingan. Konsultasi paket umroh gratis via WhatsApp resmi 0896-5083-6168 — kami bantu susun perjalanan ibadah yang bukan sekadar wisata, melainkan perjalanan iman.