Multazam adalah bagian dinding Ka'bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah, sepanjang sekitar dua meter. Tempat ini diyakini sebagai salah satu titik paling mustajab untuk berdoa di Masjidil Haram berdasarkan riwayat: Rasulullah SAW menempelkan dada, wajah, dan kedua tangannya di sana sambil berdoa, sehingga jamaah dianjurkan melakukan hal yang sama dengan penuh adab.
Di Mana Tepatnya Letak Multazam?
Berdirilah menghadap Ka'bah: Hajar Aswad berada di sudut tenggara, sedangkan pintu Ka'bah terletak beberapa meter di sebelahnya pada sisi timur, terangkat sekitar dua meter dari tanah. Dinding di antara keduanya — itulah Multazam, yang secara bahasa berarti "tempat berpegang teguh". Panjangnya sekitar dua meter, dan pada musim ramai, area ini menjadi salah satu titik tersibuk di area thawaf.
Mengapa Multazam Disebut Tempat Mustajab?
Dasarnya adalah riwayat dari Abdurrahman bin Shafwan: ia melihat Rasulullah SAW keluar dari Ka'bah lalu menempelkan dada, wajah, lengan, dan kedua telapak tangannya di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah sambil berdoa. Para ulama memahami perbuatan ini sebagai isyarat keutamaan berdoa di tempat tersebut — sehingga Multazam diyakini sebagai tempat mustajab, yakni tempat di mana doa-doa lebih diharapkan dikabulkan Allah.
"Multazam bukan tempat yang memberi kekuatan — ia adalah tempat seorang hamba merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Tuhannya."
Bagaimana Adab Berdoa di Multazam?
- Tempelkan tubuh dengan khusyuk: letakkan dada, pipi, dan kedua tangan di dinding Ka'bah sebagaimana contoh Rasulullah.
- Berdoa dengan suara lirih: jangan berteriak atau mengganggu jamaah yang sedang thawaf.
- Dahulukan doa-doa terbaik: untuk diri, keluarga, dan umat — siapkan daftar doa sebelum berangkat agar tidak bingung di lokasi.
- Jangan berdesak-desakan: bila antrean padat, pilih waktu sepi (misalnya setelah Subuh atau tengah malam) atau cukup berdoa dari jarak dekat.
- Hindari keyakinan keliru: tidak ada ritual khusus seperti menulis nama di dinding atau menggantung sesuatu — cukup berdoa dengan adab.
Kapan Waktu Terbaik Mendekati Multazam?
Area Multazam paling padat pada jam-jam utama thawaf dan setelah shalat fardhu. Waktu yang umumnya lebih lengang adalah sepertiga malam terakhir, setelah shalat Subuh, dan siang hari saat cuaca panas (dengan catatan kondisi fisik memungkinkan). Datanglah dengan sabar: memaksakan diri berdesak-desakan justru mengurangi kekhusyukan dan bisa membahayakan jamaah lain.
Apakah Doa di Multazam Pasti Terkabul?
Tidak ada jaminan pasti — terkabulnya doa sepenuhnya ketetapan Allah. Keyakinan yang benar: Multazam adalah tempat yang diharapkan mustajab berdasarkan riwayat, sehingga berdoa di sana sangat dianjurkan, namun hasilnya diserahkan kepada hikmah Allah. Ada doa yang dikabulkan segera, ada yang ditunda, dan ada yang diganti dengan yang lebih baik.
FAQ: Multazam
Apakah ada doa khusus yang wajib dibaca di Multazam?
Tidak ada doa khusus yang wajib; berdoalah dengan doa terbaik sesuai hajat masing-masing.
Bolehkah perempuan berdoa di Multazam?
Boleh, dengan tetap menjaga adab dan menghindari desak-desakan dengan jamaah laki-laki.
Apa bedanya Multazam dengan Hijr Ismail?
Keduanya tempat mustajab yang berbeda: Multazam di dinding antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah, sedangkan Hijr Ismail adalah area setengah lingkaran di sisi utara Ka'bah.
Apa Saja Tempat Mustajab Lain di Sekitar Ka'bah?
Multazam hanyalah satu dari beberapa titik istimewa di sekitar Ka'bah. Mengenali semuanya membantu Anda menyusun "rute doa" selama thawaf:
- Hijr Ismail: area berpagar setengah lingkaran di sisi utara Ka'bah. Shalat sunnah di dalamnya bernilai seperti shalat di dalam Ka'bah.
- Rukun Yamani: sudut Ka'bah sebelum Hajar Aswad; disunnahkan mengusapnya bila memungkinkan (tanpa mencium), dan di antara Rukun Yamani–Hajar Aswad dibaca doa sapu jagat.
- Maqam Ibrahim: batu tempat pijakan Nabi Ibrahim saat membangun Ka'bah; setelah thawaf disunnahkan shalat dua rakaat di belakangnya.
- Sumur Zamzam: terletak di area masjid; meminum airnya sambil berdoa adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
Strategi yang umum dipakai jamaah berpengalaman: Multazam untuk munajat panjang (satu-dua kali selama di Makkah), sedangkan titik-titik lain dimanfaatkan doa singkat setiap putaran thawaf.
Bagaimana Etika Antre di Titik-Titik Mustajab?
Karena jutaan jamaah menginginkan tempat yang sama, etika menjadi penentu kualitas ibadah:
- Pilih waktu sepi: sepertiga malam terakhir atau setelah Subuh umumnya paling lengang.
- Batasi durasi: bila antrean panjang, cukupkan munajat 5–10 menit lalu beri kesempatan jamaah lain.
- Jangan mendorong: menyakiti sesama muslim demi mencapai tempat mustajab justru merusak nilai ibadahnya.
- Dahulukan yang lemah: beri kesempatan kepada lansia dan jamaah berkebutuhan khusus.
- Terima bila tak kesampaian: Allah Maha Mendengar di mana pun Anda berdoa — kekecewaan karena gagal merapat ke Multazam tidak seharusnya merusak kekhusyukan seluruh perjalanan.
Doa-Doa Apa yang Dianjurkan Saat di Multazam?
Tidak ada doa khusus yang wajib, tetapi para ulama menganjurkan doa-doa terbaik yang mencakup dunia dan akhirat. Berikut pola doa yang umum dipakai:
- Doa ampunan: mohon ampun atas dosa-dosa masa lalu dengan penuh penyesalan — Multazam adalah tempat yang tepat untuk taubat nasuha.
- Doa sapu jagat: "Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban-nar" (QS. Al-Baqarah: 201).
- Doa untuk orang tua dan keluarga: sebut nama mereka satu per satu — hadiah terindah bagi yang belum bisa berangkat.
- Doa hajat khusus: sampaikan hajat terbesar Anda dengan bahasa yang paling jujur, bahkan dengan bahasa Indonesia.
- Doa untuk umat: tutup dengan doa bagi kaum muslimin — doa yang tidak egois disukai Allah.
Siapkan daftar doa ini tertulis di buku saku sebelum berangkat. Di tengah haru dan desakan, ingatan bisa mengkhianati — catatan tidak.
Langkah Berikutnya
Mengetahui letak dan adab Multazam sebelum berangkat membuat momen doa Anda di Tanah Suci jauh lebih siap dan khusyuk. Lengkapi persiapan manasik Anda bersama pembimbing yang tepat. Untuk konsultasi paket umroh gratis, hubungi WhatsApp resmi 0896-5083-6168 — kami bantu dari persiapan ilmu hingga pendampingan ibadah.