Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca pada setiap putaran thawaf — jamaah bebas berdoa, berdzikir, dan membaca Al-Qur'an sesuai kemampuan. Namun bagi yang ingin panduan, berikut susunan doa yang umum diamalkan dari putaran 1 sampai 7, dimulai dengan takbir di setiap sejajar Hajar Aswad dan diakhiri doa sapu jagat setiap melewati Rukun Yamani.
Apa Bacaan yang Dibaca Setiap Memulai Putaran Thawaf?
Setiap kali sejajar dengan Hajar Aswad (awal tiap putaran), disunnahkan mengangkat tangan dan membaca takbir: "Allahu Akbar" atau "Bismillahi Allahu Akbar". Inilah penanda dimulainya putaran 1, 2, 3, hingga 7. Bila memungkinkan mencium Hajar Aswad, lakukan; bila tidak, cukup berisyarat dari jauh tanpa berdesak-desakan.
Doa Apa yang Dianjurkan pada Putaran 1 sampai 3?
Pada tiga putaran pertama, jamaah laki-laki disunnahkan raml (berjalan cepat dengan langkah pendek). Doa yang umum dibaca bersifat umum — memohon ampunan, rahmat, dan keberkahan:
- Putaran 1: Doa pembuka dan istighfar — memohon ampun atas dosa-dosa masa lalu. Contoh: "Allahummaghfirli dzunubi..." (Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku).
- Putaran 2: Doa memohon rahmat dan hidayah agar istiqamah dalam ketaatan.
- Putaran 3: Doa untuk kedua orang tua dan keluarga — memohon kesehatan dan keberkahan bagi mereka.
Doa Apa yang Dianjurkan pada Putaran 4 sampai 6?
Pada putaran 4 hingga 7, jamaah berjalan biasa. Doa-doanya dapat lebih spesifik sesuai hajat masing-masing:
- Putaran 4: Doa memohon rezeki yang halal dan berkah serta kemudahan urusan dunia.
- Putaran 5: Doa untuk anak, keturunan, dan generasi — memohon agar menjadi anak yang shalih dan shalihah.
- Putaran 6: Doa memohon perlindungan dari fitnah, musibah, dan akhir hidup yang buruk (husnul khatimah).
Bagaimana Doa pada Putaran 7 dan Penutup Thawaf?
Pada putaran terakhir, sempurnakan dengan doa-doa terbaik: memohon surga, dijauhkan dari neraka, dan dikumpulkan bersama orang-orang shalih. Setiap kali melewati Rukun Yamani (sudut Ka'bah sebelum Hajar Aswad), bacalah doa sapu jagat yang masyhur:
"Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban-nar." (Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.) — QS. Al-Baqarah: 201
Setelah putaran ke-7 selesai sejajar Hajar Aswad, thawaf selesai. Tutup dengan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim bila memungkinkan.
Apakah Harus Menghafal Doa Khusus Tiap Putaran?
Tidak harus. Susunan di atas hanyalah panduan yang umum dipakai agar thawaf lebih terarah — bukan ketentuan syariat. Jamaah yang belum hafal doa-doa Arab boleh berdoa dengan bahasa Indonesia. Yang terpenting adalah kekhusyukan, bukan kefasihan lafal. Banyak jamaah membawa buku doa saku atau catatan kecil sebagai panduan.
FAQ: Doa Thawaf
Apakah thawaf sah tanpa membaca doa khusus?
Sah. Doa bukan rukun thawaf; yang wajib adalah niat, menutup aurat, suci dari hadats, dan mengelilingi Ka'bah tujuh putaran.
Bolehkah berdoa dengan bahasa Indonesia saat thawaf?
Boleh. Berdoa dengan bahasa yang dipahami justru membantu kekhusyukan.
Apa yang dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad?
Doa sapu jagat: "Rabbana atina fid-dunya hasanah..." (QS. Al-Baqarah: 201).
Dzikir Apa Saja yang Boleh Dibaca Selama Thawaf?
Selain doa-doa khusus, thawaf adalah momen ideal untuk memperbanyak dzikir. Tidak ada batasan — berikut dzikir yang umum diamalkan jamaah:
- Tasbih: Subhanallah (Maha Suci Allah).
- Tahmid: Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah).
- Tahlil: La ilaha illallah (Tiada tuhan selain Allah).
- Takbir: Allahu Akbar (Allah Maha Besar).
- Istighfar: Astaghfirullah — memohon ampunan.
- Shalawat: Allahumma shalli 'ala Muhammad — bershalawat kepada Nabi.
- Tilawah: membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang dihafal.
Banyak jamaah membagi tujuh putaran dengan tema dzikir berbeda: misalnya putaran 1–2 istighfar, putaran 3–4 shalawat, dan seterusnya. Cara ini membantu menjaga fokus sekaligus membuat thawaf terasa lebih hidup.
Bagaimana Jika Lupa Hitungan Putaran Thawaf?
Ini pertanyaan klasik jamaah pertama kali. Kaidah fikihnya sederhana: bila ragu antara jumlah yang lebih sedikit atau lebih banyak, ambillah jumlah yang lebih sedikit (yang yakin). Misalnya ragu apakah sudah 5 atau 6 putaran, anggap baru 5 lalu lanjutkan. Prinsip ini sama dengan kaidah ragu dalam rakaat shalat.
Tips praktis agar tidak lupa: gunakan tasbih digital di jari, hitung dengan ruas jari, atau thawaf berpasangan dengan jamaah yang saling mengingatkan. Sebagian jamaah juga mencatat di buku saku setiap selesai satu putaran.
Adab Thawaf Apa Saja yang Sering Terlupakan?
- Menjaga wudhu: thawaf disyaratkan suci dari hadats — bila batal di tengah thawaf, berwudhu kembali lalu lanjutkan dari putaran terakhir yang yakin.
- Tidak mendorong atau menyakiti jamaah lain demi mencium Hajar Aswad — cukup berisyarat dari jauh.
- Menundukkan pandangan dan menjaga lisan dari obrolan dunia selama thawaf.
- Tidak memotong antrean thawaf atau berjalan melawan arus.
- Berdoa dengan suara lirih agar tidak mengganggu kekhusyukan jamaah di sekitar.
Thawaf yang sempurna bukan yang tercepat, melainkan yang paling terjaga adabnya.
Apakah Boleh Membaca Doa dari Buku atau HP Saat Thawaf?
Boleh. Membawa buku doa saku atau membuka catatan doa di ponsel saat thawaf adalah praktik yang sangat umum — terutama bagi jamaah yang belum hafal doa-doa berbahasa Arab. Tidak ada larangan syariat untuk hal ini.
Beberapa tips agar tidak mengganggu: gunakan buku saku kecil yang mudah digenggam, redupkan kecerahan layar HP dan aktifkan mode senyap, serta hindari berhenti mendadak di tengah arus thawaf hanya untuk membaca — menepilah ke sisi luar putaran bila perlu fokus membaca. Yang terpenting, jangan sampai sibuk dengan gawai justru menghilangkan kekhusyukan: buku dan HP hanyalah alat bantu, hati tetaplah yang berdoa.
Langkah Berikutnya
Thawaf yang khusyuk lahir dari persiapan yang matang — memahami tata caranya sebelum berangkat jauh lebih baik daripada menghafal terburu-buru di Tanah Suci. Ikuti bimbingan manasik yang terstruktur agar setiap rukun umroh Anda mantap. Untuk konsultasi paket umroh gratis, hubungi WhatsApp resmi 0896-5083-6168 dan tanyakan jadwal manasik terdekat di kota Anda.