Secara syariat, tidak ada batasan jumlah umroh dalam setahun — seseorang boleh berumroh berkali-kali selama mampu, baik dari sisi biaya, kesehatan, maupun waktu. Namun secara administratif, frekuensi umroh dibatasi oleh hal-hal praktis: masa berlaku visa, antrean dan kuota visa umroh dari otoritas Arab Saudi, serta kebijakan travel dan maskapai. Jadi jawabannya: boleh berkali-kali, tetapi setiap keberangkatan tetap butuh visa dan persiapan baru.
Apakah Ada Dalil tentang Berapa Kali Umroh Boleh Dilakukan?
Tidak ada dalil yang membatasi jumlah umroh dalam setahun. Justru sebaliknya, hadits Nabi ﷺ menganjurkan memperbanyak umroh: "Ikutilah haji dengan umroh, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api menghilangkan karat pada besi" (HR. Tirmidzi). Para ulama umumnya sepakat bahwa memperbanyak umroh — bahkan dalam satu perjalanan — adalah amalan yang dianjurkan, selama tidak memberatkan diri atau menelantarkan kewajiban lain.
Contoh masyhur: Aisyah radhiyallahu 'anha pernah melaksanakan umroh dari Tan'im setelah hajinya selesai, atas izin Rasulullah ﷺ — menunjukkan bolehnya umroh susulan dalam satu perjalanan.
Bisakah Umroh Dua Kali dalam Satu Perjalanan?
Bisa, dan ini umum dilakukan jamaah Indonesia. Polanya: umroh pertama dilaksanakan setibanya di Makkah (umroh wajib/utama perjalanan itu), lalu umroh kedua — misalnya untuk orang tua yang sudah wafat (badal umroh) atau untuk diri sendiri lagi — dengan mengambil miqat terdekat seperti Tan'im (sekitar 7 km dari Masjidil Haram) atau Ji'ranah.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Kondisi fisik. Umroh kedua berarti thawaf dan sa'i sekali lagi — pastikan badan cukup fit, terutama bagi lansia.
- Waktu yang tersedia. Jangan sampai umroh susulan mengganggu jadwal ziarah rombongan atau kepulangan.
- Niat yang benar. Setiap umroh dimulai dengan ihram dan niat baru dari miqat.
- Konsultasi dengan muthawwif agar pelaksanaannya sesuai tuntunan dan tidak menyalahi jadwal rombongan.
Apa Batasan Administratif untuk Umroh Berkali-kali?
Meski syariat tidak membatasi, administrasi perjalanan membatasi secara alami:
- Visa umroh diterbitkan per keberangkatan. Setiap kali berangkat, diperlukan pengajuan visa baru — tidak ada "visa umroh tahunan" yang berlaku berkali-kali.
- Kuota dan antrean. Pada musim ramai (Ramadhan, liburan), penerbitan visa bisa antre; ini membatasi seberapa sering seseorang bisa berangkat dalam setahun secara praktis.
- Biaya. Setiap keberangkatan berarti membayar paket penuh lagi — faktor inilah yang paling membatasi kebanyakan orang.
- Siskopatuh. Setiap keberangkatan jamaah Indonesia tercatat dalam sistem Siskopatuh Kementerian Agama RI, sehingga riwayat umrohmu terdokumentasi resmi.
Bagaimana dengan Umroh Berkali-kali untuk Orang yang Sudah Wafat?
Badal umroh — mengumrohkan orang yang sudah wafat atau yang tidak mampu secara fisik permanen — boleh dilakukan berkali-kali untuk orang yang berbeda-beda. Syarat umumnya: pelaksana sudah pernah umroh untuk dirinya sendiri terlebih dahulu. Banyak jamaah memanfaatkan satu perjalanan untuk satu umroh pribadi ditambah satu atau dua badal umroh bagi kerabat yang telah tiada.
Kapan Waktu Terbaik Menjadwalkan Umroh Berikutnya?
Jika berencana umroh lebih dari sekali dalam setahun, pertimbangkan musimnya:
- Umroh Ramadhan: pahalanya setara haji (HR. Bukhari), tetapi harga paket paling tinggi dan Masjidil Haram paling padat.
- Musim dingin (Desember–Februari): suhu sejuk sekitar 20–25°C, nyaman untuk ibadah, harga menengah.
- Di luar musim ramai: harga paket umumnya paling terjangkau dan masjid lebih lengang — cocok untuk umroh kedua yang santai.
- Hindari puncak panas (Juni–Agustus) bila tidak terbiasa suhu ekstrem, kecuali memang hanya itu waktu yang tersedia.
Strategi yang umum dipakai jamaah berpengalaman: umroh pertama di musim nyaman untuk menikmati ibadah dengan tenang, umroh berikutnya (atau badal umroh) di luar musim ramai agar biayanya efisien.
Apakah Sering Umroh Mengurangi Kesempatan Orang Lain?
Pertanyaan ini kadang muncul: bukankah lebih baik memberi kesempatan kepada yang belum pernah? Jawabannya kembali pada niat dan kemampuan. Tidak ada larangan memperbanyak umroh, dan setiap orang memiliki rezeki serta panggilannya masing-masing. Yang dianjurkan para ulama adalah keseimbangan: tunaikan kewajiban nafkah keluarga terlebih dahulu, lalu silakan memperbanyak ibadah sesuai kemampuan. Bahkan, jamaah yang sering umroh kerap menjadi jalan bagi orang lain — membadalkan umroh untuk kerabat yang wafat, atau memotivasi lingkungannya untuk berangkat.
FAQ
Apakah ada jeda waktu wajib antara dua umroh?
Tidak ada ketentuan baku. Sebagian ulama menganjurkan memberi jeda agar setiap umroh bisa dinikmati dengan khusyuk, tetapi ini anjuran, bukan kewajiban.
Bolehkah umroh setiap bulan?
Secara syariat boleh selama mampu. Secara praktis, tentu tergantung visa, biaya, dan waktu yang dimiliki.
Apakah umroh berkali-kali mengurangi pahala?
Tidak. Justru memperbanyak umroh dianjurkan selama dilakukan dengan ikhlas dan tidak melalaikan kewajiban lain seperti nafkah keluarga.
Pada akhirnya, frekuensi umroh bukan lomba — yang sekali seumur hidup dengan khusyuk bisa lebih bermakna daripada yang berkali-kali tetapi terburu-buru. Ukur kemampuanmu dengan jujur: jika Allah memberimu kelapangan rezeki, waktu, dan kesehatan, memperbanyak umroh adalah anjuran; jika belum, satu umroh yang dipersiapkan matang sudah sangat berharga.
Langkah Berikutnya
Entah ini umroh pertamamu atau yang kesekian, setiap keberangkatan pantas dipersiapkan dengan sebaik-baiknya — dokumen, manasik, dan travel yang amanah. Pesyiar Baitullah bersama PT. Samira Ali Wisata (PPIU & PIHK resmi Kementerian Agama RI) melayani jamaah umroh pertama maupun jamaah yang sudah berkali-kali berangkat, termasuk yang ingin menunaikan badal umroh untuk orang tercinta. Konsultasi paket umroh gratis via WhatsApp resmi 0896-5083-6168 — ceritakan rencanamu, biar kami bantu wujudkan.